Malang, 16 Juni 2025 — Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi tuan rumah penyelenggaraan PHITS 2025 (Particle and Heavy Ion Transport code System), sebuah pelatihan internasional di bidang simulasi transportasi partikel dan radiasi yang digelar pada 16–19 Juni 2025. Acara ini menjadi momentum penting dalam penguatan kapasitas nasional di bidang teknologi nuklir melalui kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan praktisi dari seluruh Indonesia.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan secara khusus menghadirkan Prof. Muhammad Nuh, Direktur Rumah Sakit Islam Surabaya sekaligus Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia pada era Kabinet Indonesia Bersatu. Dalam sambutannya, Prof. Nuh menekankan pentingnya literasi teknologi dan inovasi berbasis sains dalam mendukung kemandirian bangsa, terutama dalam bidang energi, kesehatan, dan keselamatan lingkungan.
PHITS merupakan perangkat lunak simulasi berbasis metode Monte Carlo yang digunakan untuk memprediksi pergerakan partikel seperti neutron, proton, dan ion berat, serta radiasi dalam berbagai jenis material. Aplikasi perangkat ini sangat luas, mulai dari rancang bangun perisai radiasi, perlindungan radiologi, hingga pengembangan teknik radioterapi dalam dunia medis. Dengan keunggulannya dalam akurasi dan fleksibilitas, PHITS telah menjadi alat utama dalam riset dan pengembangan teknologi nuklir di tingkat global.
Tahun ini, PHITS 2025 menghadirkan pemateri utama dari Jepang, yakni Dr. Tatsuhiko Ogawa, seorang Sub-Principal Researcher dari Japan Atomic Energy Agency (JAEA). Dr. Ogawa memberikan pelatihan teknis yang mendalam kepada peserta, mencakup pengenalan teori dasar hingga praktik simulasi tingkat lanjut dengan menggunakan perangkat PHITS.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Research Center for Safety, Metrology and Nuclear Technology – BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Japan Atomic Energy Agency (JAEA), dan Program Studi Fisika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kerja sama ini menjadi bukti konkret sinergi antara institusi nasional dan internasional dalam pengembangan teknologi nuklir yang aman dan bertanggung jawab.
Pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi dari berbagai universitas dan institusi di Indonesia, yang menunjukkan tingginya antusiasme terhadap penguasaan teknologi simulasi radiasi. Selain sesi pemaparan materi, para peserta juga berkesempatan melakukan praktik langsung untuk memahami lebih dalam aplikasi PHITS dalam bidang akademik dan industri.
Dengan terselenggaranya PHITS 2025, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang semakin menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang inklusif, inovatif, dan relevan dengan tantangan zaman.
[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/4″][vc_single_image image=”4050″ css=””][vc_single_image image=”4049″ css=””][vc_single_image image=”4048″ css=””][vc_single_image image=”4047″ css=””][/vc_column][/vc_row]